Aku pernah mendengar salah satu ustadz kondang di negeri ini berkata bahwa akan baik jika disetiap rumah memiliki ruang khusus untuk beribadah. Walau hanya menyisihkan sepetak sudut kecil tak apa, asalkan itu khusus. Tidak ada aktivitas lain yang di lakukan di ruang itu selain beribadah. Apakah itu sholat, tilawah, belajar, atau apapun, intinya adalah hanya untuk kegiatan ibadah. Dan aku menyebutnya sebagai ruang do’a. Indah bukan?
Menyebut ruang do’a membuatku teringat kisah
ibunda Maryam. Wanita shalihah yang
menyibukan diri dengan ibadah di bilik khusus miliknya. Dari beliau aku belajar
bahwa ta’at beribadah kepada Allah SWT akan membuka ruang pengabulan do’a menjadi
lebih mudah. Bagaimana tidak, bukankah ibadah menurunkan Ridha-Nya? Dari wanita
mulia itu pula aku belajar, bahwa orang yang ta’at beribadah bukan berarti
luput dari ujian. Dan salah satu yang aku pelajari dari ujian (apapun itu), ia menginginkan
treatmen khusus dari kita, simple tapi elegan. Meski simple, efeknya akan
elegan jika kita mampu melampauinya. Berhubung kita ini makhluk yang lemah,
maka hal yang simple itu akan menjadi tidak mudah jika kita tidak meminta
dikuatkan oleh Sang Maha Kuat. Treatmen khusus itu adalah ridha, jalani, dan
sabar. So, ruang do’a dalam situasi apapun semoga dapat membantu kita menjalani
kehidupan agar lebih mudah menggapai Ridha-Nya.

0 komentar:
Posting Komentar